Sejak IDE Android Studio release versi 3.4.2, setiap kita membuat project Android menggunakan compile Android 9.0 (API level 28), kita menemukan perubahan pada bagian source code yaitu adanya kode “androidx”. contoh pada bagian build:gradle:

Mungkin ada yang bingung pada perubahan ke Androidx ini, apalagi ketika membuka project yang sudah ada dan muncul beberapa error pada code. Untuk lebih memahami apa itu androidx dan bagaimana caranya membuat project dengan androidx, berikut sedikit penjelasannya.

LIBRARY ANDROIDX JETPACK

Google memutuskan untuk me-refactor semua Support Library Android. Semuanya dikumpulin dan di ganti namanya menjadi androidX.

” AndroidX adalah project open source yang digunakan oleh tim Android untuk mengembangkan, menguji, mengemas, membuat versi, dan merilis library di dalam Jetpack

Jadi sebenarnya androidX itu sekedar merapikian dan mengganti nama Support Library. AndroidX merupakan peningkatan besar dari Library Dukungan Android asli. Sama seperti Library Dukungan, AndroidX dikirim terpisah dari Android OS dan menyediakan kompatibilitas dengan versi sebelumnya di seluruh rilis Android. AndroidX menggantikan sepenuhnya Library Dukungan dengan menyediakan paritas fitur dan sejumlah library baru.

PROJECT BARU ANDROIDX

Sebagai contoh, kita buatkan project baru untuk memahami penggunaan androidx.

library androidx

Project Android dengan Android Studio

Saya menggunakan Android Studio terbaru (versi 3.4.2) dan secara otomatis project akan terbuat menggunakan library androidX., Projectnya di set target API level 29 (Android 9.0 Pie). Jika yang menggunakan Android Studio di bawah 3.3 tinggal tambahkan 2 line berikut ini di gradle.properties (Project Properties) untuk support androidx:

Kemudian lakukan “gradle sync” untuk convert third party libraries ke androidX. Dengan cara seperti ini, project anda akan suport ke library Androidx. Bisa dicek dibagian build:gradle:

migrasi androidx

SET PROJECT LAMA

Bagi yang punya project lama mungkin agak sedikit lama untuk merubah untuk support androidx, kadang ada layout di xml yang harus ganti nama manual (Find and Replace) karena ada beberapa yang namespacenya berubah di androidX. Contohnya “com.android.support.constraint:constraint-layout”, di androidX berubah menjadi androidx.constraintlayout:constraintlayout:1.1.2 beda strip saja akan error.

Cara mudah untuk migrasi ke androidx yaitu langsung pake Refactor > Migrate to AndroidX. lihat gambar berikut:

migrasi androidx

Kemudian jangan lupa tambahkan code beriktu pada gradle:properties,

  • android.useAndroidX: Jika ditetapkan ke true, plugin Android akan menggunakan library AndroidX yang sesuai, bukan Library Dukungan. Flag ini secara default ditetapkan ke false, jika tidak ditentukan.
  • android.enableJetifier: Jika ditetapkan ke true, plugin Android otomatis memigrasikan library pihak ketiga yang ada untuk menggunakan AndroidX dengan menulis ulang binernya. Flag ini secara default ditetapkan ke false, jika tidak ditentukan

Demikian sekilas pengenalan library Androidx pada pembuatan project android menggunakan Android Studio. Untuk lebih memahami tentang Library Androidx, bisa dicek langsung di link berikut : Tentang Androidx

Penggunaan dan Migrasi ke Library Androidx
Tag pada: